Gelisah.
Malam ini aku kembali resah.
Di mana kamu, sayang?
Perih ini kembali datang mengetuk pintunya. Rindu ini merasakan jurangnya. Kesepianku yang telah bertemu tepinya.
Mungkin malam ini memang untuk kamu, sayang.
Hausku telah merobek pembuluh darahku. Mengais-ngais jejak yang sudah kamu tutupi dengan debu. Aku ingin menghantui kamu. Sungguh.
Tapi di mana remah yang kamu tinggalkan, sayang?
Gelisah.
Aku tersesat. Di mimpi yang pernah kukecap, walau hanya sesaat. Merasakan mabuknya luka yang kamu sayat. Dan panasnya hati, kala cemburu pernah membuatku berat.
Aku rindu manis yang membuatku muntah, sayang.
Aku rindu asam yang membuat lukaku semakin perih, sayang.
Aku rindu pedas yang membuatku ketagihan, sayang.
Aku rindu pahitmu, sayang.
Karena pahit itu membuat aku yakin kalau memang kamu ada. Kalau kamu pantas mendapatkan secuil rasa. Kalau memang rindu ini tidak ada yang punya. Kalau kamu memang bukan yang jadi tuannya.
Kalau kita tidak lagi bersama.
aQ Ga’ IsA CoMmEnTz aPaPuN
pA Yg u tUlIz cKyNg yG Gi qU RaSa