januari

8 01 2009

Jangan lagi kamu datang wahai Januari.

Jangan lagi kamu sayatkan luka yang sudah aku bebat selama 334 hari.

 

Sudah cukup aku merasakan malam panjang dan pergantian mimpi yang seharusnya berakhir di malam ketika kamu datang, Januari. Aku tak lagi mau kamu, Januari.

 

Kamu cuma bagian dari keraguan yang terus merenggut hari-hariku yang seharusnya indah dan berpelangi. Kamu bagian dari fatamorgana mimpi yang sungguh tak mau aku tiduri. Oh! Jangan sampai aku harus menikahimu, Januari. Ke mana lagi larinya harga diri?

 

Aku lelah memanggul beban ini, Januari. Kamu terlalu riskan untuk aku akui. Kamu tidak nyata, Januari. Kamu tidak ada di sini. Kamu akan pergi ketika bulan berganti dan muncul lagi setahun nanti.

 

Akupun patah hati..

Terlalu sering kamu pergi dan aku sibuk mengobati luka-luka yang mulai menggerogoti nyawaku ini. Aku berhalusinasi, Januari. Kamu tak pernah pasti. Aku hanya berharap sendiri.

 

Cerita kita tidak akan pernah ada, Januari.

Tidak sekarang, tidak besok, dan tidak juga nanti.

 

Akupun tega membohongi diri sendiri..

Tertidur di alam yang tak tentu selama 31 hari..

Melarikan diri dari dunia yang tak mau akui, Januari..


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar