AK!

Remuk redam, luluh lantak.

Jiwa raga tersentak. Nampaknya setiap wajah yang ditemui ingin kubentak. Hanya untuk melampiaskan kegilaan yang kian lama kian membludak. Aku membenci diriku sendiri yang ternyata hanya bisa diam tak bergerak.

Terjebak. Kembali kepada ingatan-ingatan yang tidak seharusnya datang dan menyeruak.

Andai saja ingatan yang tidak perlu, dapat dibuang secara otomatis dari benak. Karena sesungguhnya aku murka dan muak. Kepada penyesalan akan kenyataan yang seringkali tidak berpihak.

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.